Who Do You Think You Are ?

Ini heboh kasus Mbak Marshanda ya menurut saya bukan hal yang pantas untuk dibicarakan khalayak ramai begini. Karena selain ini adalah masalah intern keluarga beliau — anak, ibu, suami dan adik-adik — ini juga hal  yang urusannya adalah antara umat terhadap Tuhan nya. Dari mulai kasus gugatan cerai beliau kepada suaminya, Ben — sampai urusan buka jilbab dan konflik ibu dan anak.

Gugatan cerai mulai diomongin di media sampai ke hadapan public. I mean, what the hell. Somebody is getting a divorce a you’re happily talk about it, looking for every detail on the gossip shows. Gila ya kalian semua? Getting a divorce is not something she proud of, you know. And it wont be something she wished for either. Do you feel so much happier when you keep talking about it?

Lalu beliau mulai buka jilbab dan itu pun di omongin media media luas dan sampai jadi pergunjingan yang luar biasa menjurus ke luar biadab. Sampai Mbak Marshanda di bilang kafir lah. Padahal yang bilang begitu juga tidak berjilbab. Kalian sudah merasa paling benar ibadahnya atau gimana ya? Mungkin bangga pakai jilbab karena hidayah dari Allah SWT tapi lupa menjilbakan hati, jiwa, dan pikiran kalian ya? Lalu juga sombong dengan hidayah dari Allah SWT? Atau hidayah dari Allah SWT boleh disombongkan ya? Sorry because i don’t know much about the Syar’i way of Islam. I’m just being a muslim and being a good person. I’m learning by not judging. Maybe because i don’t know much.

And lately she has a problem with her family – her mom and her siblings – and the way they took her to get some treatment at the hospital. Pakai istilah pemasungan sehingga bisa jadi hot topic. Belum bisa dipastikan pihak mana yang benar tapi sudah banyak yang labeling Ms. Marshanda as a crazy bipolar girl and/or her mom as materialistic mom for used her baby daughter as living ATM. We are only the outsiders and know nothing about what is really happening inside their house and now we’re acting like the judges who know everything? Come on. Get a life.

Mbak Marshanda’s cases could be such some lessons for us. Lessons for us to really look into ourselves and start to stop busy middling others’ problem. We have enough things to be fixed. So why should we care too much about is wrong with others instead of the ones with ourselves.

Pakai jilbab terus sudah merasa paling benar ibadah dan hidupmu? Sudah pantas untuk bilang orang lain itu ga cukup sebagai muslim dan pendosa karena orang tersebut tidak pakai jilbab atau memutuskan melepas jilbab? Banyak-banyak istighfar lebih baik — bisa mengurangi dosa insha Allah — dari pada sibuk menyuruh orang untuk “kejalan yang benar menurutmu”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s